Cara Bore Up Motor Fino 150 cc untuk Road Race

Bagi para pecinta otomotif, khususnya penggemar balap motor, ajang road race tentu sudah tidak asing lagi. Dalam dunia road race, performa mesin menjadi salah satu faktor utama yang menentukan hasil balapan. Oleh karena itu, berbagai modifikasi dilakukan untuk meningkatkan tenaga dan akselerasi motor, termasuk pada Yamaha Fino.

Yamaha Fino dikenal memiliki desain bodi yang ramping dan bobot yang relatif ringan, sehingga cukup lincah saat digunakan di lintasan. Untuk meningkatkan performanya, salah satu langkah yang sering dilakukan adalah bore up hingga kapasitas mesin mencapai sekitar 150 cc.

Modifikasi Piston dan Kompresi

Langkah pertama dalam bore up Yamaha Fino adalah mengganti piston standar dengan piston berdiameter 57,52 mm. Dengan ukuran piston tersebut, kapasitas mesin dapat meningkat menjadi sekitar 149,1 cc tanpa perlu melakukan stroke up.

Setelah itu, kompresi mesin perlu ditingkatkan agar pembakaran lebih maksimal. Caranya dengan memapas bagian blok silinder sekitar 0,25 mm sehingga rasio kompresi dapat mencapai sekitar 12,9:1.

Modifikasi Sistem Isap dan Buang

Untuk mendukung peningkatan kapasitas mesin, sistem pemasukan bahan bakar dan pembuangan gas juga harus diperbaiki. Klep standar dapat diganti menggunakan klep berukuran lebih besar, yaitu:

  • Klep masuk (In) 28 mm
  • Klep buang (Ex) 24 mm

Penggantian klep sebaiknya dibarengi dengan proses porting dan polish pada saluran masuk serta buang agar aliran udara dan bahan bakar menjadi lebih lancar.

Penggunaan Komponen Pendukung

Agar performa klep bekerja maksimal, diperlukan beberapa komponen pendukung seperti rocker arm aftermarket yang lebih kuat dan presisi.

Selain itu, profil noken as juga perlu diubah dengan spesifikasi:

  • Durasi isap (In): 269 derajat
  • Durasi buang (Ex): 263 derajat
  • Lift klep In: 9,1 mm
  • Lift klep Ex: 9,4 mm

Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengisian ruang bakar pada putaran mesin tinggi.

Penggantian CDI

Setelah sektor mekanis selesai dimodifikasi, sistem pengapian juga perlu disesuaikan. Penggunaan CDI aftermarket dapat membantu mengoptimalkan performa mesin hasil bore up.

Pengaturan timing pengapian dapat disesuaikan hingga sekitar 34 derajat pada putaran 8.000 rpm agar tenaga pada putaran bawah maupun atas dapat terisi dengan lebih baik.

Penggunaan Knalpot Racing

Tahap terakhir adalah penggunaan knalpot racing yang sesuai dengan karakter mesin. Knalpot yang tepat akan membantu memperlancar pembuangan gas hasil pembakaran sehingga performa mesin lebih maksimal dan tenaga yang dihasilkan menjadi lebih optimal.

Kesimpulan

Bore up Yamaha Fino hingga 150 cc untuk kebutuhan road race meliputi beberapa perubahan utama, mulai dari penggunaan piston berdiameter lebih besar, peningkatan kompresi, penggantian klep, modifikasi noken as, penggunaan CDI aftermarket, hingga pemasangan knalpot racing yang sesuai. Seluruh modifikasi tersebut harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat agar performa motor meningkat secara optimal dan tetap memiliki keandalan saat digunakan di lintasan balap.