Apa Arti Kode DOT Pada Minyak Rem Motor

Apa Arti Kode DOT Pada Minyak Rem Motor

Bagi sobat bikers yang sering mengutak-atik motor anda, pastinya anda pernah melihat sebuah kode yang ada di beberapa komponen-komponen motor anda. Selain oli, minyak rem juga ternyata memiliki kode khusus yang membedakan spesifikasi dan peruntukannya.

Bahkan ada yang menggunakan kode DOT 3, DOT 4, DOT 5 hingga DOT 5.1. Lalu apakah anda tahu apa perbedaan dari kode-kode tersebut? Atau mungkin anda belum tahu, apa arti sebenarnya dari kode DOT pada minyak rem motor? Jika anda belum tahu, maka anda tak perlu khawatir. Karena pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan sedikit ulasan mengenai apa arti kode DOT pada minyak rem motor.

Perlu anda ketahui bahwa minyak rem motor anda pun memiliki kode khusus. Dan bahkan mungkin banyak orang yang masih belum paham mengenai arti dari kode khusus ini. Hal ini pastinya akan membuat penasaran anda, sebenarnya apa sih fungsi atau kegunaan dari kode ini.

Apa mungkin ini hanya keisengan pabrik saja dengan menuliskan kode tersebut? Namun, hal itu sangatlah tidak masuk akal. Mengapa pabrik harus menuliskan kode yang tidak memiliki manfaat dan fungsi sama sekali?

Oleh sebab itu, pastinya pabrik memiliki alasan tersendiri mengapa menuliskan kode khusus pada minyak rem motor anda. Hanya saja mungkin anda sendiri yang belum tahu kegunaan dari kode tersebut. Berikut, adalah sedikit ulasan mengenai apa arti kode DOT pada minyak rem motor, yaitu:

Bahwa kode DOT mengacu pada titik didih minyak rem motor

Apa arti kode DOT pada minyak rem motor, yaitu bahwa kode DOT adalah kode yang mengacu pada titik didih minyak rem motor. Semakin tinggi atau besar angkanya maka semakin tinggi pula titik didihnya. Oleh karena itu, pabrik membuat kode yang berbeda-beda seperti DOT 3, DOT 4, DOT 5,dan juga DOT 5.1.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan konsumen memilih jenis minyak yang sesuai dengan motornya. DOT 3 minimal titik didihnya adalah 205 derajat celcius, untuk DOT 4 minimal titik didihnya adalah 230 derajat celcius, sementara DOT 5 minimal titik didihnya adalah 260 derajat celcius.

Jadi, motor-motor degan jenis skutik dan bebek yang di bawah 150 cc masih bisa menggunakan DOT 3 karena kinerja rem memang tidak terlalu tinggi. Hal ini juga akan di pengaruhi oleh kecepatan motor, jika kecepatan motor semakin tinggi maka kinerja rem juga akan tinggi otomatis memiliki titik didih minyak yang tinggi pula.

Selain itu penentuan minyak rem juga bisa berdasarkan kebiasaan pengguna motor. Jika pengguna motor mempuyai motor berkapasitas cc tinggi namun menggunakannya dengan kecepatan di bawah 60 km/jam, tentu tidak menjadi masalah jika menggunaka minyak rem yang titik didihnya rendah. Namun jika memang penggunanya menggunakan motornya selalu pada kecepatan tinggi, mengaplikasikan minyak rem sesuai dengan standar motornya akan lebih aman. Karena dari segi harga pun akan semakin mahal.

Titik Didih Minyak Rem Memang Penting Untuk Diperhatikan

Kebanyakan orang memang tidak paham betul perihal kondisi minyak rem yang digunakan. Kebanyakan hanya memikirkan merk mana yang cocok untuk digunakan tanpa memperhatikan kode DOT yang tercantum pada kemasannya.

Mulai dari sekarang, karena anda sudah paham dengan membaca ulasan kali ini, sebaiknya kebiasaan tidak memperhatikan kode DOT harus ditinggalkan. Karena faktanya penjual yang menyediakan minyak rem pun belum tentu paham dengan kode yang terdapat pada kemasan minyak rem tersebut. Jadi memiliki pengetahuan sendiri akan lebih baik ya.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai apa arti kode DOT pada minyak rem motor. Tidak ada salahnya anda mempelajari dan mengetahuinya. Dengan begitu, wawasan anda menjadi bertambah luas khususnya khususnya perihla dunia otomotif motor. Informasi seperti ini, pasti suatu saat akan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *